Showing posts with label info. Show all posts
Showing posts with label info. Show all posts

Tuesday, April 5, 2011

Nettle si Penyengat

Sampai menjelang tidur  malam tadi lutut kiri saya masih terasa panas berdenyut seperti di sengat serangga.  Rasanya sangat tidak nyaman.  Alhamdulillah pagi ini sudah enakan, meskipun kalau tersentuh tangan masih terasa nyut--nyut.  Apa penyebabnya? Kemarin  sore saya tersengat tanaman nettle di salah satu taman kampus.

Cuaca yg cerah seharian kemarin menarik saya untuk berjalan seputar kampus sambil cuci mata melihat bunga daffodil yg mulai bermekaran.  Tujuan utama saya adalah St. George Field, taman yg melintasi  kampus yang sering saya lewati tahun lalu.

Hamparan bunga daffodil kuning di taman ini sungguh memikat, mengalihkan mata dan pikiran sejenak dari  layar computer yang terkadang sangat melelahkan. 

Saya mencoba berlutut di tanah saat mencari posisi bagus untuk memotret bunga daffodil.  Saat itulah baru terlihat oleh saya tunas-tunas tanaman nettle yg baru bermunculan di permukaan tanah.  Dalam hitungan detik sy harus mengambil keputusan.  Bangkit segera  dari posisi akan berlutut dengan resiko bisa terjerembab ke belakang (dan justru ‘memberikan’ permukaaan tubuh lebih luas ke hamparan nettle) atau tetap dengan rencana awal, berlutut  yg berarti ‘menyerah’ kan bagian kaki saya di sengat nettle.

Insting dan logika refleks mengarahkan saya untuk tetap berlutut.  Sesaat saya tidak merasakan apa2.., syukurlah berarti  duri2 halus di permukaan batang dan daun nettle tidak menembus celana jeans saya.   Ternyata saya salah.., saat akan bangkit kembali saya meyadari rasa panas seperti disengat tawon di lutut kiri yg datang berulang sampai tadi malam. 

Seperti apakah tanaman nettle itu ?  Mungkin ada baiknya teman2 terutama yg punya anak balita mengenal tanaman ini, agar tak terjebak dalam rumpun nettle yang sengatannya bisa menembus pakaian.

Dalam bahasa inggris, tanaman ini dikenal dengan nama ‘stinging nettle’ atau ‘common nettle’ dengan nama latin Urtica dioica.  Tanaman perdu yang tumbuh berumpun ini mulai bermunculan di lahan yg banyak terkena sinar matahari pada awal musim semi.  Kebanyakan tanaman nettle yang saya jumpai  kemarin sore baru mempunyai beberapa daun yang muncul dr permukaan tanah.  Makanya gampang terlewatkan oleh mereka yg tidak mengenalnya dengan baik.

Saat summer  rumpun nettle bisa mencapai ketinggian sekitar 50-an cm, dengan bunga kehijauan bertumpuk kecil2.  Sebenarnya tidak sulit mengenal nettle kalau sudah tumbuh tinggi.  Pada batang, cabang, dan daunnya  banyak tumbuh rambut2  yg disebut ‘trichomes’, yg bisa terlihat jelas kl kita mendekat.  Trichome ini bisa berfungsi seperti jarum yg ‘menyuntik’ kulit manusia atau hewan yg menyentuhnya sambil mengalirkan bahan kimia yg menimbulkan rasa menyengat pada  kulit.  Rasa panas menyengat ini tak mudah hilang.  Sengatan pada anak2 kadang bisa membuat tubuh demam, terutama bila bagian tubuh yg terkena itu tidak hanya satu bagian. 

Terlepas dari sengatannya yg bikin gatal dan panas di kulit, tumbuhan satu ini juga banyak gunanya.  Menurut wikipedia..nettle juga sering digunakan sebagai tanaman obat.  Selain itu nettle juga bisa dijadikan the untuk diminum.  Saat ini sudah banyak dijual teh nettle dalam kemasan seperti  teh lainnya.  Nettle juga bisa bisa dijadikan sebagai pupuk karena mengandung unsur  hara yg tinggi.

Si bungsu saya, Ilman, sangat mengenal tanaman satu ini.  Dialah yg dulu mengenalkan saya pada  nettle ini.  Mungkin Ilman nggak akan lupa rasanya disengat nettle saat summer pertamanya di Leeds tahun 2004 lalu.  Saat itu dia masih kelas  1 di Blenheim primary School dan sedang bermain bola  pada jam olahraga di halaman sekolahnya.  Tanpa sengaja dia terjatuh dan kedua pahanya yg telanjang (ilman pki celana pendek) menjadi ‘santapan’ trichome nettle  yg banyak tumbuh di sana.

Sang guru yg tahu betul apa akibatnya bagi Ilman segera membawa Ilman ke kamar mandi dan berusaha membasuh pahanya di bawah keran dengan air yg mengalir kencang.  Saat saya menjemput Ilman, gurunya  meminta maaf atas kejadian ini, dan memberitahu saya  bisa jadi Ilman akan demam malamnya karena sengatan yg diterima Ilman lumayan banyak.

Paha Ilman memang memerah..dan sepanjang malam dia tidak bisa tidur akibat rasa panas yang sangat  mengganggu.  Saya lupa kapan persisnya dia sembuh.  Yang jelas sejak itu dia sangat kenal dengan nettle si penyengat.

Selain nettle ada tanaman mirip yg disebut dengan ‘white dead nettle’ (Labium album) kalau bunganya putih atau ‘red dead nettle’  (Lamium purpureum) kl bunga berwarna merah keunguan  Sekilas ke dua species tanaman ini mirip sekali dengan ‘stinging nettle’, tapi kalau kita mendekat akan terlihat kalau daun dan batangnya tidak ditumbuhi rambut penyengat alias trichome.  Jadi dead nettle aman kalau disentuh.

Mudah2an pengalaman saya dan Ilman ada manfaatnya..dan teman2 bisa menghindarkan diri atau si buah hati dari sentuhan nettle si penyengat.

(catatan: beberapa gambar yg saya sertakan di sini saya copy dari Wikipedia..)

Leeds, 22 maret 201

Monday, June 25, 2007

Hujan Lagi...Banjir Dimana-mana

 

Hallo-hallo..... teman semua.  Seharusnya kini adalah summer full matahari di UK.  Namun dua minggu terakhir hujan terus dimana-mana, terutama midland dan north-east England.  Dan..hari ini, hujan deras seperti tak mau berhenti turun sejak Minggu malam.  Lebih 18 jam sudah hujan terus menerus.  Akibatnya ?   Banjirrrrr…………………   !!!!

 

 Baru saja saya nonton berita jam 22.00 BBC dan 22.30 ITV1, banjir sedang melanda..beberapa kota: Sheffield, Hull, Lincoln, dan Gloucester.  Para petugas sibuk menyelamatkan masyarakat yang terperangkap dalam rumah.  Helicopter berputar-putar terus di antara derai hujan.  Di Sheffield seorang anak remaja hilang tersapu air sungai yang mengalir deras…..  Winter Garden yang merupakan taman indoor di tengah kota Sheffield dijadikan tempat mengungsi oleh penduduk….

 

Alhamdulillah daerah kami tinggal di Leeds tak terkena banjir.  Umumnya kota-kota yang kena banjir, adalah yang dekat dengan sungai.  Sejak minggu lalu permukaan air sungai memang sudah cukup tinggi akibat hujan sebelumnya.  Ditambah hujan hari ini, meluaplah sungainya, maka mengalirlah air keluar.., jadilah banjir…. 

 

Setahu saya kota-kota kecil di seputar West Yorkshire, seperti Wakefield dan Ilkley minggu lalu juga banjir.   Saat kami ke York 16 Juni lalu, River Ouse yang membelah kota York meluap, air melimpah ruah keluar,  aktivitas boat wisata sepanjang sungai lumpuh, bebek-bebek yang biasanya banyak ngerumpi di tepi sungai..pada mengungsi ke darat.  Huuu…, kasihan mereka !

 

 Bagaimana kabar teman-teman yang berada di kota lain di UK ?  Juga teman-teman lain dimana saja.  Mudah-mudahan semua oke ya..

 

Ternyata…, banjir ternyata bukan hanya milik negeri kita ya…

 

 

 

Catatan:  Gambar di atas saya ambil dari BBC Website: 

Drivers struggling through the floods in Sheffield

 

 

Leeds, 25 Juni 2007

22.50

 

Saturday, June 9, 2007

'Summer Biological Clock'

 

 

Summer menjelang lagi.  Berarti siang semakin panjang, dan malam  semakin pendek.  Hal ini akan berlangsung terus sampai puncaknya tanggal 21 Juni nanti yang merupakan siang terpanjang dalam setahun. Sesudah itu secara perlahan lamanya siang akan memendek kembali sampai mencapai puncaknya 21 Desember, yang merupakan hari dengan siang terpendek dalam setahun.  Lamanya siang dan malam yang berubah dari winter ke summer ini mau tak mau juga mempengaruhi reaksi fisiologis makhluk hidup, terutama tumbuhan dan hewan.  Fenomena ini dikenal dengan istilah ‘photoperiodicity’.

 

Anyway, saya bukan mau membahas photoperiodicity panjang lebar di sini, saya hanya ingin membagi sedikit gambaran kegiatan sehari-hari yang ikut berubah selama summer ini.  Anak-anak saya, Irham dan Ilman, misalnya,  kalau biasanya mereka sudah tidur pada pukul 21.00, kini mereka susah sekali memejamkan mata pada jam yang sama. 

 

‘Kami nggak bisa tidur..Bunda, masih terang gini..’. Kan belum malam’,   Itu selalu alasan mereka saat diminta untuk tidur.

 

‘Look Mum.., other kids are still playing outside’, tambah Ilman sambil menunjuk keluar jendela.  Beberapa anak memang terlihat masih berlarian di halaman kompleks flat kami.

 

Mau tak mau saya jadi sedikit fleksible pada mereka di musim panas, mereka boleh tidur sampai  waktu shalat maghrib tiba,  itu berarti sesudah pukul 21.30 PM mereka baru beranjak ke tempat tidur.

 

Jadwal shalat di musim panas yang ikut berubah seiring dengan lamanya matahari bersinar merupakan tantangan tersendiri bagi kita di UK ini.  Mungkin tak ada masalah dengan shalat Dhuhur dan Ashar.  Bagi mereka yang kuliah atau kerja dari pagi sampai sore kalau tak punya tempat shalat,  masih bisa shalat di rumah waktu pulang karena Ashar sekarang sekitar pukul 17.30 PM.

 

Yang menjadi tantangan bagi saya adalah shalat Isha dan Shubuh.  Mengikuti jadwal shalat yang dikeluarkan Leeds Grand Mosque, sekarang ini tak ada lagi jadwal yang tertera untuk shalat Isha dan Shubuh.  Yang ada adalah Dhuhur pukul 13.05 PM, Ashar pukul 17.32 PM; dan Maghrib 21.39 PM.  Itulah jadwal shalat hari ini, 9 Juni 2007.  Di bawah table jadwal shalat, tertulis  info tambahan seperti ini:

 

‘Between the 13th of May and 31 July the signs with which we recognise Isha and Fajr times will vanish.  Muslims may pray Isha at any time after Maghrib prayer until 12.40 AM which is the last proper Isha time.  As for Fajr for the aforementioned period, it should not be prayed before 1.24 AM which is the earliest proper Fajr time’.

 

  

Berdasarkan info di atas, sekarang ini usai shalat maghrib sesuai jadwal saya langsung shalat Isha.  (Dari diskusi dengan beberapa teman, ada yang tidak setuju dengan cara seperti ini, menurut mereka jadwal Isha adalah 12.40, saat itulah kita harus shalat Isha)

 

Saya berangkat tidur seperti biasa sekitar pukul 23.00 PM.  Sebelum tidur, hidupkan alarm jam dulu untuk shalat Shubuh sebelum pukul 4.00 AM.  Maunya sih selalu tidur lagi barang 2 jam sesudah itu, tapi seringkali saya sulit untuk memejamkan mata lagi, karena hari segera terang.  Itu kalau weekdays…

 

Nah kalau weekend lain lagi, karena suami dan anak-anak esok paginya tidak sekolah, saya dan suami berusaha menunggu waktu shubuh dulu sebelum tidur.  Itu artinya kami baru tidur setelah pukul 1.24 AM.   Niatnya agar bisa tidur sampai agak siangan gitu.  Tapi ternyata..tetap aja, begitu matahari menembus gorden jendela kamar.., saya sudah sulit tidur lagi…, apalagi kamar kami kebetulan menghadap ke matahari terbit.   Jadinya kalau dihitung selama summer jam tidur saya jadi lebih singkat daripada saat winter.

 

Sedikit tidaknya saya rasa tubuh kita juga bereaksi terhadap photoperiodicity yang berubah selama summer, yang ujung-ujungnya bisa mempengaruhi ‘biological clock’ tubuh kita.  Namun ini sifatnya sangat individu. Jadi tidak bisa digeneralisasikan untuk semua orang.

 

Mungkin teman-teman lain punya pengalaman atau pendapat yang beda dengan saya, ayo..mari berbagi..!

 

 

 

 

 

 

Thursday, June 7, 2007

Resep Saya..(masuk Reviews Box)

 

  

Saya..termasuk..pedatang baru dalam per-MP-an.  Masih banyak yang tidak saya ketahui tentang masalah teknis MP, dan saya masih harus belajar banyak untuk itu.  Salah satunya adalah bahwa…belakangan saya baru tahu kalau format homepage MP yang sekarang ternyata tidak lagi sama dengan yang dulu.  Misalnya kini tak ada lagi, box ‘Market’ dan ‘Recipe’.  Itu juga saya tahu setelah tanya sana-sini sama mereka yang telah lebih lama berkecimpung dalam dunia MP.

 

Sejak awal saat saya mulai aktif di MP, saya sudah berkeinginan untuk posting resep masakan dari kegiatan dapur  rumah tangga saya sehari-hari.  Niat ini terutama untuk melatih diri agar rapi menyimpan file resep, sekaligus memacu diri untuk mecoba resep baru.  Syukur kalau juga juga bisa ikut membagi info untuk teman-teman lain.  Namun niat untuk posting resep ini saya tunda terus.., karena tidak ada  box ‘Recipe’ di homepage saya.  Rasanya lebih enak dilihat bila resep masuk ke dalam kumpulan resep saja, tidak bercampur dengan postingan lain.

 

Saya sudah bertanya sana-sini tentang bagaimana caranya untuk ‘insert’ box ‘recipe’ ini termasuk ke pihak MP staff.  Tapi sampai kini belum ada jawaban positif.  Sepertinya tak ada cara lain..selain pihak MP sendiri yang membuat box tersebut tersedia lagi.

 

Akhirnya saya memutuskan..mengikuti jejak beberapa teman lain.. memasukkan resep saya dalam ‘Reviews’.  Sebenarnya kalau dimasukkan ke dalam ‘Blog’ lebih flexible ngaturnya, namun karena ingin resepnya terkumpul dalam satu box, saya memilih ‘Reviews’, dan menandainya dengan tags resep.  Nanti kalau saya mau review sesuatu ya..masuk Box ‘Review’ juga, dengan tags yang berbeda.

 

Untuk sementara, inilah yang saya anggap pilihan paling sesuai, sampai ada perkembangan baru nanti…

 

Here we go…