Showing posts with label perjalanan. Show all posts
Showing posts with label perjalanan. Show all posts

Tuesday, December 22, 2009

Tebarkan Kebaikan Dimana-mana

Di antara dunia yang begitu cepat berubah.  Diantara kesibukan individu yang seakan tak pernah henti.  Diantara waktu yang seakan semakin sempit.   Selalu saja ada setetes kesejukan, bak embun pagi menyiram hati di musim kemarau.   Aduh...ada apa ini,  saya koq jadi sok puitis.   Tapi itulah yang saya rasakan saat ini.

 

Bantuan seseorang di saat kita sangat membutuhkan, sekecil apapun, pasti sangat berarti bagi kita.  Membayangkan harus menyeret koper dari Schipol menuju Wageningen yang harus ditempuh dengan 2 kali naik train plus satu kali naik bus, bukanlah hal yang menyenangkan.  Makanya ketika Ida menawarkan untuk menjemput saya di Schipol, saya menyambutnya dengan gembira. 

 

Sebelumnya saya tak mengenal Ida.  Dia pernah jadi mahasiswa si Abang hampir 10 tahun lalu.  Bahkan salah satu tugas akhirnya dibimbing si Abang (info ini kami dapat dari Ida).   Tapi percaya atau tidak..si Abang sama sekali tidak ingat yang mana namanya Ida.   Dia memang payah..kalau urusan matching nama dan wajah seseorang.

 

Ada rasa kuatir, kalau-kalau Ida harus mengorbankan waktu berharganya untuk menjemput saya.  Begitu ketemu Ida..perasaan itu segera sirna.   Ida langsung bisa mengenali saya di meeting point-nya Schipol yang unik.  Dengan riang dia menyalami saya sambil berkata: ’Selamat datang di Holland, bu Lily’.  

 

Kami langsung bisa cerita seru seperti sudah lama kenal.  Sepanjang perjalanan menuju ke Wageningen kami tak henti berbagi cerita.  Ida kini sedang sekolah S2 di Wageningen.  Ini tahun ke-duanya di sana.  Insya Allah dia akan selesai September nanti.  Saking asyiknya, saya sampai lupa kirim sms untuk si Abang, bahwa saya sudah bertemu Ida.  Saya baru sadar ketika dia menelpon ke hp-nya Ida.., menanyakan apa sudah ketemu saya.  Ternyata si Abang kuatir juga saya kesasar he..he...

 

Tulisan di atas adalah penggalan cerita saat saya ikut suatu training di Wageningen, Belanda Mei-Juni lalu.  Tulisan yang belum usai, dan belum pernah saya posting di site saya di Multiply.  Tulisan ini adalah ungkapan rasa terima kasih saya atas bantuan Ida, saat saya di Wageningen kemarin.  Ida sekarang sudah menyelesaikan S2-nya dan sudah kembali aktif di kampusnya di Lhok Seumawe.  Sayangnya kami belum sempat ketemu lagi..karena beda kota tempat tinggal.

 

Saya jadi terkenang kembali (lagi-lagi) akan alm Ibu saya.  Di hari ibu hari ini..saya memang teringat terus kepada beliau.  Ada satu pesan ibu yang berhubungan dengan cerita saya di atas.  Kata ibu hendaklah  kita selalu menebarkan kebaikan dimanapun kita berada..jangan berharap balasan untuk kita, karena Allah Maha Tahu.  Sekecil apapun perbuatan baik kita..sebenarnya memang selalu ada balasan kebaikan dari Allah, kalau tidak untuk kita langsung, bisa juga untuk saudara, keluarga, dan anak cucu kita kelak.

 

Dan hanya Allah yang Maha Tahu..bahwa sekecil apapun bantuan dari teman, tetangga dan bahkan orang yang baru saya kenal barangkali merupakan balasan kebaikan yang pernah ditebarkan orangtua saya dulu, atau bahkan atas kebaikan yang pernah saya dan keluarga tebarkan ?  Wallahualam...

 

Selamat Hari Ibu..untuk semua ibu dan calon ibu...teman, sahabat, juga pasa mahasiswi saya..

 

 

Jakarta, 22 Desember 2009

lily

Tuesday, November 11, 2008

Aduh....masih jet lag sudah mau pergi lagi ?

Setelah sempat menginap di Hongkong dan Medan, Alhamdulillah si Abang tiba kembali di rumah kemarin, Selasa 11 November 2008, pukul 10.00 pagi.  Anak-anak sangat exited mendengar sang Ayah akan pulang (tentu saja saya juga begitu he..he….). Pasti dong…, doi pergi sebulan penuh.

 

Mereka gembira sekali ketika siang kemarin sang Ayah yang menjemput mereka pulang sekolah.  ‘Horee…daddy is home, where is my Guinness World Book Record ?’,  tanya Ilman saat melihat Ayahnya di mobil.

 

Si Abang sendiri sampai menjelang dhuhur kelihatan cukup segar dan bersemangat.   Usai makan siang  dia mulai kelihatan ngantuk berat dan tak sanggup lagi melayani anak-anak berbicara.  

 

Olala..doi masih jetlag rupanya.   Soalnya di Kentucky  saat itu kan sedang dinihari.   Tak sanggup melawan kantuk akhirnya si Abang menyerah dan pergi tidur. 

 

Saat Ashar saya membangunkannya untuk shalat.   Sesudah itu doi menghilang lagi, entah kemana.   Saya cari..cari…eh rupanya si Abang tertidur lagi di kamar kak Lila.  Karena the boys ribut mencarinya, si Abang berusaha bangun dan duduk mengobrol dengan anak-anak di sofa ruang tengah.    Hanya bertahan sebentar…, doi sudah tertidur lagi di sofa….   

 

‘Oh my God, are you sleeping again, daddy ?’, tanya Irham setelah si Abang tak menjawab pertanyaannya.

 

Begitulah cerita hari pertama si Abang kembali ke rumah.   Ada rasa lega..dan ringan di hati saya.   Soalnya ini adalah kepergiannya terlama dari rumah selama hampir 5 tahun terakhir.  Rasanya gak enak banget berjauhan selama itu.

 

Pagi tadi Rabu, 12 Nov saya dan si Abang berangkat bersama lagi ke kampus.  Setelah mengantar saya ke kantor, dia kemudian menuju ke kantornya sendiri.   Rasanya baru 30 menit saya duduk di depan komputer, ketika telpon saya berdering.   Dari si Abang rupanya. 

 

‘Mau melapor nih’, katanya serius.   ‘Ada apa ?’  saya bertanya dengan heran.    Doi cerita dia baru saja diberi tahu harus berangkat ke Padang minggu depan.  Ada presentasi proposal yang ditulisnya beberapa bulan lalu.

 

Aduh..baru semalam di rumah, belum lagi hilang jet lag dan lelah akibat penerbangan yang cukup panjang, si Abang sudah mau pergi lagi ?  Cape....deh.....

 

 

(PS. Untuk Yuana di NZ:    paling tidak doi gak kayak bang toyib kan ?)

Banda Aceh 12 Nov 2008

lily

   

Friday, September 28, 2007

Antara Paris dan Lauterbrunnen (Swiss)




Dari balik jendela bus yang melaju dari Paris ke Lauterbrunnen, Swiss, saya menikmati perjalanan panjang ini dengan mencoba memotret apa saja yang menarik hati saya.

Berkut adalah beberapa hasilnya..

Sunday, September 23, 2007

Grande Mosquee de Paris




The Mosque of Paris ini adalah masjid tertua di Perancis yang dibangun pada tahun 1926. Masjid ini dibangun sebagai penghargaan pemerintah terhadap bantuan tentara negara-negara Afrika Utara (Maroko, Tunisia, dll) terhadap pemerintah Perancis saat Perang Dunia I. Seperti diketahui mayoritas komunitas Islam Perancis memang mempunyai akar dari Afrika Utara. Karena itulah pengaruh ‘North African taste’ sangat besar pada masjid ini.

Berkunjung ke masjid ini akan terasa sekali bedanya dengan berada di masjid – masjid Indonesia umumnya. Di dalam bangunan masjid terdapat pelataran terbuka dengan air mancur kecil di tengahnya. Di antara ruang-ruang dalam masjid ditemukan taman unik dengan banyak bangku tempat bersantai atau sekedar menikmati keindahan masjid yang mayoritas dindingnya merupakan batu marmer berukiran cantik.

Perbedaan lain yang sangat terasa adalah masjid ini terbuka untuk umum baik muslim maupun non muslim sebagai lokasi wisata. Dengan membayar tiket masuk, turis bisa menjelajah seiisi masjid, kecuali area shalat. Walaupun demikian para turis masih tetap bisa ‘menonton’ kegiatan shalat dari pelataran depannya. Biasanya seorang tour guide akan menjelaskan perihal rukun Islam ke dua ini pada para turis. Saya yang saat itu sempat menonton para turis yang sedang menonton orang shalat menjadi terpesona dengan sikap ‘terbuka’ masjid satu ini. Hayo..mana ada masjid di Indonesia membolehkan orang berpakaian terbuka masuk masjid?

Menurut keterangan yang saya dapat dari salah satu website, sikap terbuka ini dilakukan untuk mendorong masyarakat mengenal seni budaya dan sejarah Islam yang akhirnya juga mengenal agama Islam lebih jauh. Karena itu masjid ini merupakan situs sejarah resmi yang dilindungi pemerintah Perancis.

Di dalam bangunan juga ditemukan makam Imam pertama masjid. Sang imam adalah orang yang menyarankan pemerintah kota Paris untuk menyembunyikan 200 orang Yahudi di basement untuk menyelamatkan mereka dari ‘concentration camps’.

Masih bagian dari Masjid adalah ‘The Hammams’ alias tempat mandi gaya Turki (Turkish Bath) yang juga terbuka untuk umum, namun dilakukan pemisahan hari untuk pengunjung laki-laki dan perempuan. Sayangnya saat kami di sana, saya tidak sempat mengunjungi lokasi ini. Menarik juga mengetahui lebih jauh ‘Turkish Bath’ ini (Halo Yuana…bagi-bagi cerita tentang hal ini ya..?)


Tuesday, September 11, 2007

Ngintip Paris dari balik jendela bus




Foto-foto di bawah ini adalah beberapa suasana yang tertangkap kamera saya saat sight seeing Minggu pagi 26 Agt seputar Paris. Karena diambil dari balik jendela kaca bus dimana saya duduk, harap maklum atas kualitas fotonya. Tapi ini adalah foto terbaik dari jendela bus pagi itu...